Resensi Novel "Pulang" Karya Tere Liye

 Anisa Nur Wahyuni (XI MIA 2)


IDENTITAS BUKU

Judul Buku : Pulang

Penulis : Tere Liye

Penerbit : Republika Penerbit

Tebal : 400 halaman

Tahun Terbit : 2015

SINOPSIS

Novel ini menceritakan kisah seorang anak laki-laki bernama Bujang yang tinggal di dasar rimba Sumatra bersama Samad dan Midah, kedua orang tuanya. Hidupnya sederhana, sama seperti anak kecil pada umumnya. Hingga kedatangan rombongan Tauke Besar untuk berburu menjadi awal perubahan hidupnya. Malam itu, Bujang kehilangan rasa takut setelah melawan seekor babi raksasa. Dan keesokan harinya, ia ikut ke kota bersama rombongan tersebut dan meninggalkan talang untuk pertama kalinya.

Di kota, Bujang diterima dengan baik oleh penghuni Keluarga Tong yang dipimpin Tauke Besar. Seiring bertambah majunya Keluarga Tong, Bujang juga tumbuh menjadi orang yang pintar, kuat, dan ahli dalam bertarung. Semua itu terwujud berkat para guru yang disiapkan Tauke Besar.

Dua puluh tahun kemudian, Keluarga Tong telah bertransformasi menjadi salah satu penguasa shadow economy di Asia Pasifik. Bujang berperan sebagai penyelesai konflik tingkat tinggi, jagal nomor satu Keluarga Tong. Masa kepemimpinan Tauke Besar sudah mencapai akhir sehingga perebutan kekuasaan dan pengkhianatan akan bermunculan. Saat itulah Bujang berjuang mati-matian untuk menyelamatkan Keluarga Tong bersama bantuan dari orang-orang di masa lalunya.


KELEBIHAN

Tema cerita yang diangkat dalam novel "Pulang" termasuk unik dan jarang ditemukan, yaitu tentang shadow economy. Penulis mampu mengemas tema tersebut menjadi sebuah novel yang tidak terlalu berat, sehingga pembaca bisa mendapat ilmu baru dengan mudah. Alur dan penokohan karakter yang menarik membuat pembaca terbawa suasana dan jalan ceritanya membekas di hari para pembaca.

KEKURANGAN

Meskipun sudah ditulis dengan bahasa yang cukup mudah dimengerti, ada beberapa kosakata yang tidak dijelaskan dengan detail, sehingga pembaca kurang paham dengan kejadian tersebut. Selain itu, alur cerita di beberapa kejadian dirasa terlalu lambat dan penggunaan katanya bertele-tele, hal ini membuat pembaca merasa bosan.

PENUTUP

Saya merekomendasikan novel ini untuk pembaca yang sudah berusia remaja, karena ada beberapa adegan yang tidak layak dibaca anak kecil, khususnya penggemar novel bergenre action seperti "Negeri Para Bedebah" dan "Negeri Di Ujung Tanduk". Selain itu, direkomendasikan bagi orang-orang yang ingin mencari arti pulang dalam hidupnya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI NOVEL MISTERI: BLACK SHOWMAN DAN PEMBUNUHAN DI KOTA TAK BERNAMA

Jodoh Pilihan Bunda, Menuntunku ke Surga Kelak

Novel Romansa Dikta dan Hukum