RESENSI NOVEL MISTERI: BLACK SHOWMAN DAN PEMBUNUHAN DI KOTA TAK BERNAMA
Adisty Yashinta N. A. (XI MIA 2)
Identitas Buku
Judul: Black Showman dan Pembunuhan di Kota Tak Bernama (Black Showman To Namonaki Machi No Satsujin)
Penulis: Keigo Higashino
Cetakan ke: 6
Tahun terbit: 2022
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 516
Pendahuluan
Jika kalian penggemar genre misteri, karya Keigo Higashino pasti tidak asing lagi. Novel "Black Showman dan Pembunuhan di Kota Tak Bernama" adalah karya terbaru Keigo Higashino.
Keigo Higashino merupakan pria kelahiran Osaka, pada tanggal 4 Februari 1958. Keigo Higashino merupakan seorang penulis asal Jepang yang populer, karena sejumlah karyanya yang bergenre misteri.
Keigo Higashino mengawali karir kepenulisannya ketika ia menulis sebuah novel, padahal saat itu ia masih bekerja sebagai insinyur. Tak pernah ia sangka bahwa karya tulisnya tersebut disukai banyak orang. Ia pun sukses dikenal sebagai penulis melalui karyanya itu. Hal ini kemudian membuat Keigo Higashino memutuskan untuk tidak melanjutkan karirnya sebagai insinyur, dan memulai karir yang serius sebagai seorang penulis novel.
Novel "Black Showman dan Pembunuhan di Kota Tak Bernama" adalah novel keenam Keigo Higashino yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Novel ini ditulis oleh Keigo Higashino saat pandemi COVID-19 menyebar ke seluruh dunia. Oleh karena itu, meski cerita ini fiksi, Keigo Higashino menyisipkan kisah nyata yang terjadi di dunia saat itu.
Dari awal cerita, penulis buku ini, Keigo Higashino menggambarkan dengan sangat jelas bagaimana kondisi Jepang saat dilanda kasus awal COVID-19. Jadi bisa dikatakan, cukup relevan dengan keadaan dunia waktu itu. Rating buku ini adalah 17+ dengan trigger warning kasus pembunuhan.
Sinopsis
Pembunuhan bisa terjadi di mana saja, kapan saja. Tak terkecuali di kota kecil yang jauh dan hampir terlupakan. Kota ini juga dilanda wabah pandemi Covid-19.
Mantan guru SMP, Kamio Eiichi ditemukan tewas di halaman rumahnya sendiri dengan tanda-tanda tercekik. Saat Kamio Eiichi masih mengajar, dia adalah seorang guru yang disegani oleh murid-muridnya. Bahkan setelah dia pensiun dari mengajar, banyak siswa mendekatinya untuk meminta nasihat atau bantuan. Polisi tidak tahu apakah itu pembunuhan berencana, pembunuhan tidak disengaja, atau perampokan yang mengarah ke pembunuhan.
Karena polisi mengetahui bahwa korban sering bertemu dengan mantan muridnya, maka wajar jika mantan murid korban yang kembali ke kota untuk bertemu masuk dalam daftar tersangka. Polisi yang menyelidiki kasus ini masih sangat bingung menemukan sosok mengerikan tersebut.
Sebaliknya, si pembunuh merasa lega karena mengira identitasnya tidak akan pernah terungkap. Di tengah penyelidikan tanpa akhir, putri Kamio Eiichi, yang tinggal jauh di Tokyo bersama pamannya, mantan pesulap eksentrik, tiba-tiba tiba datang.
Karena tindakan polisi dianggap tidak efektif dan terlalu lamban, akhirnya mereka berusaha mencari tahu dan mencari tahu penyebab dan faktor utama dari pembunuhan itu sendiri. Pada akhirnya, mereka ikut menyelidiki kasus pembunuhan ini untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan siapa yang tega membunuh Kamio Eiichi.
Keunggulan
Walaupun novel "Black Showman dan Pembunuhan di Kota Tak Bernama" merupakan cerita fiksi, namun Keigo Higashino mampu memasukkan realita dunia dengan menggunakan latar belakang kondisi dunia nyata yang terdampak oleh merebaknya pandemi Covid-19. Dengan latar belakang tersebut, Keigo Higashino juga mencontohkan permasalahan yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19, seperti rumitnya penerapan berbagai sektor utama dan perubahan besar dalam kehidupan masyarakat.
Novel misteri ini mengajak pembaca untuk ikut serta dalam penyelidikan kasus pembunuhan ini, mencari bukti bersama putri Kamio Eiichi, dan pamannya yang eksentrik. Keigo Higashino juga mampu memberikan alibi yang sama kuatnya untuk setiap karakter yang mencurigakan sehingga membuat pembaca sulit menebak siapa pelaku sebenarnya.
Ketegangan pada novel misteri ini yang membuat pembaca penasaran. Keigo Higashino mampu membangun karakter yang menarik perhatian pembaca dan dianggap cocok dengan perannya di cerita ini. Kalian juga akan menemukan adegan-adegan seru dan lucu dalam novel ini. Di sisa cerita, Keigo Higashino perlahan mulai memberikan jawaban atas misteri pembunuhan ini dan mampu menghadirkan plot twist yang tidak mudah ditebak oleh pembaca. Tentunya hal ini dapat memberikan gambaran bagi pembaca.
Kelemahan
Saya merasa alur cerita mulai melambat di pertengahan novel. Hal itu tidak mengganggu keseluruhan cerita, tetapi beberapa pembaca seperti saya yang kurang menyukai slowburn akan merasa lambat.
Dalam novel ini terdapat narasi yang berulang. Kisah sebenarnya dijelaskan di bab pembuka, tetapi dijelaskan lagi di belakang. Mungkin tujuan ceritanya adalah untuk mengingatkan, tetapi saya merasa itu menjadi repetitif. "Black Showman dan Pembunuhan di Kota Tak Bernama" tidak cocok untuk anak di bawah 17 tahun atau di bawah umur. Sebab, perlu dicermati beberapa adegan terkait kondisi korban saat ditemukan tewas, adegan miras, dan motif pembunuhan.
Penutup
Dari novel ini bisa disimpulkan bahwa sebaik apapun diri kita, sebaik apapun niat kita, belum tentu baik di mata orang lain yang melihatnya. Kita tidak boleh sepenuhnya mempercayai orang lain, meskipun itu adalah anggota keluarga atau seseorang yang dekat dengan kita. Bukan untuk membatasi hubungan antara kita dan orang tersebut atau niat buruk lainnya, tetapi untuk menghindari kekecewaan yang serius terhadap ekspektasi.
Bagi kalian yang menyukai novel misteri, detektif, mindblowing dan terdapat plot twist, novel“Black Showman dan Pembunuhan di Kota Tak Bernama”mungkin bisa menjadi bacaan yang seru bagi pembaca.

Komentar
Posting Komentar