Kerinduan Pada Sang Idaman
Wildan Mujtahid Ubaidillah (XI MIA 2)
Identitas Buku
Judul Buku : Merindu Baginda Nabi
Penulis : Habiburrahman El Shirazy (Kang Abik)
Penerbit : Republika
Tahun Terbit : Cetakan Pertama, 2018
Jumlah Halaman : 176 halaman
Genre : Fiksi
Pendahuluan
Habiburrahman El Shirazy atau yang sering disapa Kang Abik adalah seorang penulis yang cukup terkenal di Nusantara. Banyak buku yang telah ditulis olehnya, salah satunya adalah “Merindu Baginda Nabi” yang mengisahkan perjuangan seorang gadis yang terlantar menuju kesuksesan yang dirindukan.
Sinopsis
Buku ini menceritakan kisah seorang anak yang ketika masih bayi diletakkan dalam kardus dan dibuang di tempat sampah oleh orangtuanya. Kemudian bayi tersebut ditemukan oleh seorang nenek bernama Mbah Tentrem yang kesehariannya menjual nasi pecel. Ketika nenek tersebut meninggal, bayi tersebut diserahkan kepada Pak Nur dan Bu Salamah untuk dirawatnya. Anak tersebut kemudian diberi nama Syarifatul Bariyah atau biasa disapa Rifa. Rifa pada akhirnya memiliki banyak teman yang punya semangat belajar tinggi, dicintai tetangga dan anak-anak panti asuhan bahkan mempunyai kesempatan menjejakkan kaki di Amerika dalam pertukaran pelajar.
Di akhir cerita, Rifa akhirnya bisa meneruskan pendidikannya dengan kuliah di Muenchen, Jerman atas rekomendasi salah satu professor yang mengajar di Universitas ternama tersebut. Selain itu, Rifa pun bisa mengobati kerinduan untuk sowan kepada Rasulullah SAW dan menziarahi kabur abahnya di Madinah dengan umrah bersama ummi dan guru terbaiknya di masa SMA.
Kelebihan dan Kekurangan
Dalam novel ini banyak sekali pelajaran yang bisa diambil. Para pembaca diajak mengambil kebaikannya secara instan dan mudah. Tidak hanya itu, penggambaran setting dan suasananya yang lebih banyak di kota Malang diceritakan dengan jelas. Terlepas dari hal itu, buku ini memiliki sedikit kekurangan pada bagian pencetakannya, karena ada beberapa halaman yang tulisannya tercetak miring sehingga terlihat kurang rapi.
Penutup dan Rekomendasi
Novel ini begitu relevan dengan keadaan saat ini. Saat dimana kehidupan remaja sudah memprihatinkan. Novel ini diharapkan menjadi cahaya bagi remaja. Bahwa kita sebagai remaja harus memilki semangat di keadaan apapun
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar